Peletakan Batu Pertama Pembangunan Asrama di MAN 4 Pekanbaru, Menuju MAN PK

Bagikan :

Cakrawalatoday.com – Kakanwil Kemenag Riau Dr H Mahyudin MA bersama Wakil Wali kota Pekanbaru Ayat Cahyadi SSi pada Rabu (23/9) melakukan peletakan batu pertama pembangunan Asrama SBSN TA. 2020 dan Proyeksi Program Keagamaan (PK) MAN 4 Pekanbaru di Kompleks MAN 4 Jalan Yos Sudarso KM 15.

Saat peletakan batu pertama, Kakanwil Kemenag Riau dan Wawako didampingi oleh Kakankemenag Pekanbaru Dr H Edwar S Umar MAg, Kabid Penmad Drs H Asmuni MA, dan Kepala MAN 4 Pekanbaru Drs Agus Salim Tanjung MA.

Mahyudin menjelaskan, untuk mewujudkan PK MAN 4 Pekanbaru hal yang mudah, karena madrasah harus dilengkapi dengan sarana dan prasarana yang memadai, khususnya asrama.

“Siswa tak hanya belajar efektif di kelas saat jam belajar, tapi harus didukung dengan pelajaran ekstra di asrama pada malam hari dengan kajian- kajian keagamaan,” ungkap Mahyudin, dilansir akun facebook Humas Pemko Pekanbaru, Kamis (24/9/2020).

“Salah satu upaya dalam mewujudkan MAN 4 Pekanbaru sebagai madrasah dengan program khusus keagamaan harus dilengkapi dan didukung oleh sarana dan prasarana yang sudah memadai, khususnya asrama. Dengan lengkapnya sarana dan prasarana serta dukungan semua pihak, Pemprov, Pemko dan Kemenag, maka PK yang hanya ada satu di Sumatra yaitu di Sumatera Barat, bisa terwujud di Riau. Seperti halnya perjuangan kita mewujudkan MAN IC di Riau. Karena PK inilah cikal bakal lahirnya ulama di Riau,” tambahnya usai melakukan peletakan batu pertama pembangunan Asrama Putri MAN 4 Pekanbaru.

Hal senada disampaikan Wawako Pekanbaru Ayat Cahyadi, dengan pembangunan asrama putri MAN 4 Pekanbaru akan menjadikan siswa lebih fokus belajar, khususnya dalam bidang ilmu keagamaan menuju Madrasah PK yang sejalan dengan Visi Kota Pekanbaru Smart City Madani.

“Kita sangat mendukung MAN 4 Pekanbaru menjadi madrasah Program Keagamaan khusus. Karena ini akan menciptakan masyarakat Riau khususnya menjadi masyarakat yang religius. Apalagi Madrasah saat ini sangat diminati orang tua agar anak-anaknya menjadi ahli agama,” Ungkap Ayat, yang juga berharap agar jumlah Madrasah Aliyah Negeri di Pekanbaru dapat lebih ditingkatkan dari jumlah yang ada saat ini.

Keberadaan Madrasah Program Keagamaan menurut Wawako, tentunya akan mampu melahirkan keder-kader ulama dan menekan angka kenakalan remaja.

“Dengan jumlah penduduk Pekanbaru 1,3 juta jiwa tentu sangat strategis dalam melakukan pengkaderan ulama melalui PK MAN 4 Pekanbaru. Ini akan menjadi kebanggaan kita, karena kita bisa mencetak kader ulama dengan sendirinya, tanpa harus mendatangkan dari luar daerah. Hal ini akan berdampak positif bagi daerah, dengan berkurangnya angka kenakalan remaja dan lainnya. Untuk itu dukungan semua pihak sangat diharapkan,” pintanya.**