Rencana Aksi Riau Hijau, Berikut Lima Isu Strategis untuk Mewujudkannya

Bagikan :

Cakrawalatoday.com – Sekretaris Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Penelitian dan Pengembangan (Bappedalitbang) Provinsi Riau, Purnama Irwansyah memaparkan ada lima isu strategis untuk mewujudkan Riau Hijau.

Ia menuturkan, lima isu tersebut yakni peningkatan produktivitas dan produksi pertanian berkelanjutan; perbaikan tata kelola hutan, lahan gambut dan pesisir untuk menjamin kelestarian Sumber Daya Alam (SDA) dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Selanjutnya, peningkatan bauran energi dengan pemanfaatan potensi SDA terbarukan; optimalisasi pembinaan pengawasan dan pengelolaan limbah; serta peningkatan nilai tambah SDA melalui hilirisasi produk pada sentra dan kawasan industri.

“Lima isu strategis ini dalam rangka untuk mewujudkan rencana aksi Riau Hijau,” sebutnya dalam pertemuan rencana aksi Riau Hijau di Riau bersama CSO secara virtual, di Kantor Bappedalitbang, Senin (16/11/2020).

Purnama Irwansyah menerangkan, lima isu strategis ini dilatarbelakangi oleh banyak permasalahan terutama pada empat sektor utama, yaitu bidang pertanian, bidang kehutanan lahan gambut dan blue carbon, bidang energi transportasi dan industri dan bidang pengelolaan limbah.

Ia menuturkan, beberapa permasalahan pada bidang pertanian diantaranya berkurangnya luas lahan pertanian, rendahnya produktivitas dan produksi komoditas pertanian dan pemanfaatan lahan belum optimal.

“Kemudian pada bidang kehutanan lahan gambut dan blue carbon salah satu permasalahannya belum optimalnya konservasi SDA hayati dan ekosistemnya,” sebutnya.

Berikutnya pada bidang energi transportasi dan industri, tingginya pertumbuhan jumlah kendaraan bermotor, masih rendahnya pemanfaatan energi baru terbarukan, serta belum optimalnya pengembangan sentra industri kecil menengah (SIKM) yang dapat berperan dalam mendorong pengembangan UKM berbasis produk lokal.

Pada bidang pengolahan limbah, permasalahannya adalah meningkatnya timbunan sampah, rendahnya peran masyarakat dalam mengolah sampah serta belum optimalnya penanganan kawasan kumuh.

“Makanya kita perlu mewujudkan Riau Hijau dan pembangunan rendah karbon di Provinsi Riau, karena sudah semakin kompleksnya permasalahan yang ada,” tuturnya.**

Sumber: MCR