Seorang nasabah Bank Syariah Mandiri memanfaatkan fitur digital banking untuk membeli token listrik. Bank Syariah Mandiri bersama BNI Syariah dan BRI Syariah segera digabung (merger), yang prosesnya diharapkan bisa selesai pada 2021. (foto: Cakrawalatoday/Abbas Abdurrahman)

Merger Tiga Bank Syariah Dimulai, Diharapkan Selesai 2021

Bagikan :

Cakrawalatoday.com – Tiga bank umum syariah anak usaha BUMN yakni PT Bank BNI Syariah, PT Bank Rakyat Indonesia Syariah, dan PT Bank Syariah Mandiri memulai penggabungan usaha atau merger.

Hal ini sesuai dengan Conditional Merger Agreement [CMA] yang telah ditandatangani ketiga bank tersebut dan disaksikan langsung para pemegang saham masing-masing.

MoU yang juga disaksikan Menteri BUMN Erick Thohir ini akan menjadi sebuah tonggak sejarah bank syariah di Indonesia.

“Kita semua menjadi saksi sejarah lahirnya Bank Syariah besar nasional,” demikian diungkapkan oleh satu Direktur Utama dari ketiga Bank Syariah tersebut, seperti dilansir CNBCIndonesia, Senin (12/10/2020).

“Conditional Merger Agreement ini akan menjadi cikal bakal jika bank syariah nasional Indonesia ini nantinya bermain di tingkat global.”

Dalam sebuah pertemuan yang dilakukan tertutup tersebut, arahan dari Menteri BUMN Erick Thohir adalah untuk menghindari adanya PHK atau Pemutusan Hubungan Kerja. Ia mengatakan, PHK harus dihindari agar para pegawai bisa tetap berbakti dan bekerja keras membangun industri syariah tanah air.

Rencananya, proses penandatanganan CMA ini merupakan awal mula merger yang diharapkan bisa selesai di 2021.

Dengan adanya penggabungan maka aset dari ketiga bank syariah tersebut melesat. Untuk diketahui, Bank Syariah Mandiri mencatatkan aset Rp 112,1 triliun, BNI Syariah Rp 49,97 triliun, dan BRI Syariah Rp 51,8 triliun.

CNBCIndonesia juga melansir, sebelumnya Menteri BUMN Erick Thohir memang berambisi untuk menggabungkan bank syariah milik bank pelat merah. Bank hasil merger ini akan di bawah koordinasi himpunan bank milik negara (Himbara).

Wakil Direktur Utama PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) Hery Gunardi menilai potensi perbankan syariah di Indonesia masih sangat besar. Bank syariah juga sangat reliance menghadapi pandemi covid-19.

“Dan ini tunjukkan, bahwa merger ini tujuannya untuk optimalkan bank syariah di bawah koordinasi himbara dan ini tujuannya baik, mudah-mudahan berjalan lancar,” kata Hery.

Hery menambahkan, penetrasi bank syariah di Indonesia masih kecil 8,5%-9%. Angka ini jauh di bandingkan Malaysia, dimana penetrasi perbankan syariah hampir 40%-50% dan di Timur Tengah mencapai 80%-90%.

Wakil Presiden RI Ma’ruf Amin mengatakan bank syariah di dalam negeri mampu berada di peringkat 20 besar dunia. Salah satunya upaya mencapai langkah tersebut yaitu dengan penggabungan atau merger bank syariah yang dimiliki oleh bank BUMN.

Ia menyebutkan bahwa saat ini pemerintah sedang merancang skema untuk menggabungkan perbankan syariah milik bank pelat merah, yang bertujuan menjadi bank besar dengan pengembangan model bisnis lebih luas.**