dr Indra Yovi

Jubir Covid-19 Riau dr Indra Yovi: Stop Bilang Covid-19 Konspirasi

Bagikan :

CAKRAWALATODAY.COM – dr Andhika Kesuma Putra, dokter spesialis paru di Rumah Sakit Colombia Asia, Kota Medan, Sumatera Utara menambah daftar tenaga medis yang meninggal akibat terjangkit Covid-19.

Koleganya, Juru bicara Satgas Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Provinsi Riau, dr Indra Yovi mengatakan dr Andhika memang menangani pasien yang meninggal akibat Covid-19.

Almarhum sebut Yovi, adalah putra terbaik Riau. Dia berasal dari Indragiri Hilir dan meninggal di usia muda, masih 36 tahun.

“Kami dari provinsi dan saya pribadi juga ikut berduka cita dan semoga arwah beliau diterima. Semoga amal perbuatan diterima,” ucap Yovi, dikutip mediacenter.riau, Kamis (6/8/2020)

Menurut Yovi, dr Andhika adalah dokter paru terbaik. “Menurut saya dia yang terbaik,” sebut Yovi.

Kepergian dr Andhika ini kata Yovi, menjadikan kita kembali terjaga dan mawas diri, jangan abai dengan protokol kesehatan.

“’Karena itu, saya ingin kembali mengkonfrontir apapun yang disampaikan orang terhadap masalah Covid-19 ini adalah hoaks atau ini adalah konspirasi dan lain sebagainya. Saya tidak peduli lagi apa yang mereka sampaikan,” tegas Yovi.

“Yang penting kita harus fokus. Dan saya minta semoga tidak ada hal-hal yang berkaitan dengan konspirasi atau menyebarluaskan hal-hal yang tidak benar. Sehingga masyarakat jadi bingung dengan data-data ataupun,” sambungnya.

“Apapun yang mereka sampaikan termasuk apakah obat atau segala macam. Kita sudah punya jalurnya ada Kementerian Kesehatan.”

Menurutnya, obat untuk Covid-19 ini tidak sembarang. Maka, obat-obatan untuk demam biasa pun tak bisa menyembuhkan covid-19.

“Karena itu, ada dua hal yang kita hadapi sekarang ini. Yakni demi ini kita menghadapi konflik dan kita menghadapi berita-berita atau hal-hal yang bersifat menyesatkan masyarakat,” ujarnya.

“Dokter Andhika adalah yang terbaik, dan dia meninggal menangani pasien positif. Makanya, saya sampaikan stop bilang Covid-19 adalah konspirasi,” tegas Yovi.**

Editor: Abbas AR

Print Friendly, PDF & Email