
CAKRAWALATODAY.COM — Sekretaris Daerah (Sekda) Riau Syahrial Abdi menyebutkan, Provinsi Riau memiliki wilayah dengan potensi sangat besar untuk pengembangan perkebunan dan peternakan. Di mana, areal lahan perkebunan kelapa sawit Riau seluar 3.494.583 hektar atau sekitar 20,75 persen dari lahan di Indonesia yang seluas 16.833.985 hektar.
Terlebih lagi, kata dia, laju pertumbuhan rata-rata penduduk Riau 3,79 persen per tahun dan jauh di atas pertumbuhan rata-rata perkembangan populasi ternak sapi potong yang hanya 0,22 persen.
“Peningkatan jumlah penduduk akan mendorong terjadinya peningkatan konsumsi, termasuk produk peternak. Peningkatan konsumsi ini merupakan potensial dan peluang besar pelaku usaha untuk mengembangkan usahanya,” kata Syahrial Abdi.
Untuk memenuhi kebutuhan permintaan akan produksi ternak ke depan, dikatakan Syahrial, diperlukan pengembangan ternak potong terutama dalam hal peningkatan produksi dan produktivitas per satuan ternak.
“Adanya kolaborasi antar perkebunan dan peternakan secara integrasi diharapkan mampu menyediakan pangan asal ternak terutama daging sapi yang bagi masyarakat,” katanya
Dikatakannya pula, Sistem Integrasi Sapi-Kelapa Sawit (SISKA) merupakan model yang menjanjikan, memungkinkan pemanfaatan lahan perkebunan secara optimal untuk budidaya ternak sapi, sehingga menciptakan sinergi antara subsektor perkebunan dan peternakan.
“Pendekatan ini tidak hanya berpotensi meningkatkan produktivitas lahan, tetapi juga membuka sumber pendapatan baru bagi pelaku usaha, mendukung diversifikasi ekonomi daerah, dan berkontribusi pada peningkatan kesejahteraan masyarakat, sejalan dengan tujuan pembangunan pertanian yang lebih luas,” pungkas Sekda Riau. **


