Tekan Angka Kecelakaan Wilayah Sekupang, Jasa Raharja Kepri Bersama Kamsel Polda Kepri Gelar PPKL dan PPGD di SMAN 24 Kota Batam

Batam – PT Jasa Raharja Wilayah Kepulauan Riau bersama Kamsel Polda Kepri melaksanakan kegiatan Program Pengajar Peduli Keselamatan Lalu Lintas (PPKL) dan PPGD di SMAN 24 Kota Batam dalam rangka menekan jumlah kecelakaan di kalangan pelajar dan generasi muda khususnya di Kota Batam pada hari Rabu, 22 Juli 2026.
Jasa Raharja Kepulauan Riau memberikan edukasi dan himbauan berkendara dan berlalu lintas kepada siswa-siswi dan dewan guru bersamaan dengan kegiatan MPLS tahun ajaran baru 2026/2027.
Riswanda selaku Penanggung Jawab Pelayanan dan Humas Jasa Raharja Kepri menyampaikan generasi muda harus paham akan pentingnya mematuhi aturan dalam berkendara dan berlalu lintas, karena sedikit kesalahan dalam berkendara mampu memberikan dampak yang merugikan bagi diri kita dan tentunya orang lain yang menggunakan jalan”.
“Kegiatan tersebut menunjukkan bahwa pentingnya menjadi pengajar yang bukan hanya peduli akan pendidikan pelajaran sekolah saja, melainkan juga untuk menjadi agent of change yang memiliki peranan untuk menumbuhkan rasa kepedulian dalam berkendara dan memberikan edukasi akan pentingnya tata tertib lalu lintas yang berlaku serta menjadi cerminan diri kepada seluruh pelajar untuk menjadi pelajar pelopor keselamatan berlalulintas,” kata Irfan.
Rikka Inri Dalosa selaku Kepala PT Jasa Raharja Wilayah Kepulauan Riau melalui Riswanda menjelaskan bahwa “Berdasarkan data Jasa Raharja Wilayah Kepulauan Riau pada tahun 2026 jumlah korban kecelakaan yang berasal dari Gen Zillenial atau berprofesi sebagai pelajar yang masih duduk di bangku sekolah dan universitas mencapai lebih dari 50% dari total korban luka-luka dan meninggal dunia akibat kecelakaan lalu lintas jalan di wilayah Kepulauan Riau khususnya di Kota Batam.
“Sehingga dibutuhkan peranan dari pihak internal pihak sekolah untuk bersama-sama memberikan edukasi akan pentingnya etika berkendara, tata tertib lalu lintas, praktik pertolongan pertama gawat darurat dan pemahaman untuk selalu mematuhi aturan serta menjauhi segala pelanggaran ketika berkendara,” ujar Rikka.
Wenny selaku salah satu guru yang mengajar di sekolah SMAN 24 Kota Batam bersama para dewan guru lainnya sangat mendukung dalam melaksanakan Program Pengajar Peduli Keselamatan Lalu Lintas (PPKL) dan praktik PPGD. Eli menjelaskan “Dengan diberikannya bimbingan langsung oleh para tenaga pengajar kepada peserta didik kami, maka pesan-pesan keselamatan dapat tersampaikan secara terus menerus sehingga dapat membentuk generasi muda yang sadar dan tertib akan berlalu lintas”.
Ipda Lady Natalia selaku Kamsel Polda Kepri menyampaikan bahwa pelajar merupakan salah satu kelompok yang perlu mendapatkan edukasi keselamatan berlalu lintas secara berkelanjutan, mengingat tingginya mobilitas dan masih ditemukannya pelanggaran lalu lintas yang melibatkan usia remaja.
“Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah menjadi momentum yang tepat untuk membangun kesadaran berlalu lintas sejak dini. Kami mengajak seluruh siswa untuk memahami bahwa keselamatan adalah tanggung jawab bersama. Patuhi aturan lalu lintas, gunakan helm berstandar SNI saat berkendara, jangan mengemudikan kendaraan apabila belum memiliki Surat Izin Mengemudi (SIM), serta selalu mengutamakan keselamatan dibandingkan kecepatan,” ujarnya
Beberapa penyampaian pesan-pesan keselamatan yang disampaikan oleh Wenny selaku Guru kepada para siswa dan siswi SMAN 24 Kota Batam setiap hari kita harus patuh akan aturan dalam berkendara seperti pentingnya memakai helm, mengecek kondisi kendaraan, etika dalam berkendara, taati rambu lalulintas, serta fokus pada mengajarkan siswa untuk lebih sayang pada dirinya sendiri, karena setiap siswa masih memiliki impian karir yang cerah untuk membanggakan orang tuanya.
“Program PPKL dan praktik PPGD merupakan salah satu upaya program pencegahan dan menurunkan tingkat fatalisatas akibat kecelakaan yaitu dengan memberikan edukasi kepada para pengajar yang nantinya dapat menyampaikan pesan keselamatan tersebut kepada para pelajar dan peserta didiknya, sehingga wawasan siswa dan siswi akan bertambah terkait tertib dalam berlalu lintas” tambah Rikka.
Dengan diimplementasikannya program Pengajar Peduli Keselamatan Lalu Lintas (PPKL) oleh Jasa Raharja Kepulauan Riau ini, semoga dapat menyelamatkan generasi bangsa, meminimalisir korban kecelakaan, meningkatkan kesadaran pelajar akan tertib berlalu lintas sehingga terbentuklah generasi penerus yang sadar lalu lintas. (*)


