Berita TerbaruNasional

Memancing Gaduh, KPAI Bentuk Dewan Etik untuk Siapkan Sanksi Sitti Hikmawatty

CAKRAWALATODAY.COM – Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) membentuk Dewan Etik untuk meminta rekomendasi sanksi yang mungkin diperlukan atas polemik yang ditimbulkan dari salah satu komisioner KPAI, Sitti Hikmawatty.

Sitti sebelumnya dinilai memancing gaduh di masyarakat usai mengatakan berenang bersama antara laki-laki dan perempuan dapat mengakibatkan kehamilan secara tidak langsung.

“Tugas dewan etik adalah mengklarifikasi, mendalami statemen yang bersangkutan, serta memberikan rekomendasi kepada kami terkait dengan sanksi yang akan diberikan,” jelas Ketua KPAI, Susanto, Selasa 25/2).

Dewan etik berisi tiga orang tokoh. Di antaranya Mantan Hakim Mahkamah Konstitusi Dewa Gede Palguna, Mantan Pimpinan Komnas HAM sekaligus Ketua Dewan Pers Stanley Adi Prasetyo, dan Mantan Sekretaris Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Ernanti Wahyurini.

Susanto mengatakan, Dewan Etik akan memberikan pertimbangan kepada KPAI selambatnya selama satu bulan untuk mempelajari dan menindaklanjuti sanksi yang akan diberikan kepada Sitti. Susanto menggarisbawahi, pihaknya bisa memperpanjang waktu kerja dewan etik jika dibutuhkan.

“Putusan KPAI secara kelembagaan mempertimbangkan rekomendasi dari dewan etik,” tegas Susanto.

Dalam konferensi pers, Susanto tidak mengatakan lebih lanjut terkait sanksi yang akan diberikan kepada Sitti Hikmawatty. Ia beralasan tidak memiliki wewenang untuk menjatuhkan sanksi.

“Kami juga tidak bisa berandai-andai sanksi apa yang akan diberikan,” tegasnya.

Terkait Dewan Etik, Susanto juga mengatakan akan memberikan laporan secara berkala kepada presiden.

Sebelumnya, Komisioner KPAI Bidang Kesehatan dan Narkotika, Psikotropika dan Zat Adiktif (NAPZA), Sitti Hikmawatty, mengimbau untuk memisah kolam renang laki-laki dan perempuan. Sitti menyebut berenang bersama dapat mengakibatkan kehamilan secara tidak langsung. Video pernyataan Sitti kemudian viral di media sosial.**

Sumber: CNN Indonesia

Print Friendly, PDF & Email

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button