Tim Mahasiswa Unilak saat berdiskusi dengan Kepala Desa, Karang Taruna dan Bhabinkamtibmas.

Pupuk Kompos dari Tandan Sawit Antar Mahasiswa Unilak Berprestasi Tingkat Nasional

Bagikan :

CAKRAWALATODAY.COM -Tim mahasiswa Universitas Lancang Kuning yang terdiri dari berbagai fakultas dan lintas angkatan mampu mengukir prestasi di tingkat nasional di Kementerian Pendidikan Dan Kebudayaan. Setelah keluarnya pengumuman yang ditandatangani oleh  Direktur Pembelajaran dan Kemahasiswaan Aris Junaidi pada 5 Agustus lalu tentang pengumuman  Program Holistik Pembinaan dan Pemberdayaan Desa (PHP2D).

Kesepuluh mahasiswa yaitu Aris Masduki (Hukum 2018) sebagai Ketua Tim, dengan anggota Fadel Anggara Zarman (Arsitek 2019), Fandu Mustaqim (Fasilkom/2018), Febri Rahma Doni (Akuntansi/2017), Laura Cindy Zhania (Manajemen/2016), Nurul Hidayati (FKIP/2017), Nurul Kusaini (Kehutanan/2018), Ocera Verina (FIB/2016), Rahimanisa (FIA/2017), dan Wike Sarina (Kehutanan/2019).

Tim Unilak lolos dengan judul proposal “Pupuk Kompos TKKS Desa Minas Timur Kecamatan Minas Kabupaten Siak Provinsi Riau”.

Dosen pembimbing Prama Widayat SE AK, dihubungi Kamis (7/8/2020) mengatakan, TKKS merupakan singkatan dari Tanda Kosong Kelapa Sawit. TKKS ini adalah sisa dari kelapa sawit yang sudah diambil minyaknya, sehingga selama ini TKKS ini dibakar oleh warga untuk dijadikan pupuk kompos, namun itu merusak lingkungan dan juga hasilnya lebih sedikit, dari 1 Ton yang dibakar nantinya menghasilkan 200 Kg abu hasil pembakaran.

Dijelaskan Prama, dalam proposal ini tim Unilak ingin mengolah TKKS dengan cara fermentasi sehingga hasilnya lebih banyak 15 persen atau setara 350 Kg daripada dibakar hanya 200 Kg dan juga lebih ramah lingkungan. Langkah awal yang dilakukan nantinya adalah membuat rumah kompos sehingga nantinya mudah untuk dilakukan proses fermentasi. Setelah pupuk TKKS berhasil dibuat maka dilakukan proses pemasaran secara tradisional dan digital. Dengan pemasaran digital akan memperluas pasar yang ada.

“Tujuan dari program ini, mengurangi dampak buruk bagi lingkungan akibat dari pembakaran TKKS di desa Minas Timur. Kemudian memberdayakan masyarakat untuk membentuk kelompok tani yang akan mengelola TKKS di desa Minas Timur. Serta mempromosikan pupuk kompos melalui sarana konvensional dan digital,” ungkap Prama.**

Sumber: Rilis / Editor: Abbas AR

Print Friendly, PDF & Email

BERITA TERKAIT

Pandemi, Unilak Gelar Wirid Bulanan Secara Virtual

Redaksi

Membanggakan, Lewat Proposal Teknologi Android Penyiraman Tanaman Lengkeng Tim Dosen Unilak Lolos Hibah

Redaksi

KLHK Serahkan Dua Unit Motor Sampah Plus ke Universitas Lancang Kuning

Redaksi

Ratusan Mahasiswa Unilak Terima Bantuan SPP Kemdikbud RI, Rektor: Ini Sangat Dibutuhkan

Redaksi

Ini Pemenang Lomba Karya Tulis Jurnalistik Unilak, Apresiasi Bagi Insan Pers di Riau

Redaksi

Perkuat Jaringan Internasional, Unilak Ambil Bagian di Konferensi Internasional

Redaksi