Gedung Kejaksaan Tingi Riau di Pekanbaru

Dugaan Korupsi di Siak, Kejati Riau Periksa Sejumlah Pejabat

Bagikan :

CAKRAWALATODAY.COM – Kejaksaan Tinggi (Kejati) Riau mengusut dugaan korupsi penyalahgunaan anggaran di Pemkab Siak. Sejumlah pejabat telah dimintai keterangan.

“Yang jelas saya teken panggilan itu orang Siak semua, Kepala BPKD, Bapeda, gitu-gitu lah. Banyak orang Siak,” kata Asisen Pidana Khusus (Aspidsus) Kejati Riau, Hilman Azazi, dilansir detikcom, Senin (6/7/2020).

Sekretaris Provinsi Riau, Yan Prana, hari ini terlihat di Kejati Riau. Yan merupakan mantan pejabat di Pemkab Siak.

Ditanyai kehadiran Yan di Kejati terkait dengan penyelidikan dugaan korupsi penyalahgunaan anggaran, Hilman mengaku tak tahu.

“Saya nggak tahu (Sekda Riau). Saya tidak pernah panggil Sekda Provinsi itu aja. Kalau itu orang itu (Yan Prana), nggak jelas saya (kepentingannya di Kejati hari ini),” jelas Hilman.

Semetara, mengutip Bisnis.com dari Antara, Kejati Riau disebut memanggil Sekretaris Daerah Provinsi Riau Yan Prana Jaya Indra Rasyid untuk dimintai keterangan seputar dugaan korupsi di Kabupaten Siak.

Asisten Pidana Khusus Kejati Riau Hilman Azazi membenarkan bahwa penyidiknya tengah menyelidiki dugaan tindak pidana korupsi di sejumlah organisasi perangkat daerah di Siak di antaranya Sekda Siak serta pejabat Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Siak dan Badan Keuangan Daerah Siak.

Yan Prana Jaya adalah mantan Kepala Bappeda dan Kepala Badan Keuangan Daerah Kabupaten Siak sebelum diangkat menjadi Sekdaprov Riau pada akhir November tahun lalu.

Bisnis.com melansir, Yan Prana Jaya memenuhi panggilan penyidik sejak Senin (6/7/2020) pukul 08.30 WIB. Hingga pukul 18.00 WIB, dia masih menjalani pemeriksaan di Gedung Kejati yang berada di Jalan Jenderal Sudirman Kota Pekanbaru.

Sejauh ini, Hilman Azazi mengatakan telah memanggil lima orang saksi, termasuk Yan Prana. “Iya, kami melakukan pemanggilan terhadap Kepala BPKAD (BKD Siak) dan Kepala Bappeda (yang menjabat) tahun sekian-sekian,” katanya.

Dia mengatakan penyelidikan itu terkait dugaan korupsi penggunaan anggaran di ketiga OPD tersebut, seperti biaya-biaya operasional kantor. “(Dugaan korupsi) biaya-biaya kantor dan operasional kantor lah,” paparnya.

Hilman mengakui bahwa penyelidikan dugaan korupsi itu masih tahap awal. Dia juga enggan menyebutkan dugaan berapa kerugian negara akibat dugaan rasuah tersebut.

Yan Prana Jaya menjabat sebagai Penjabat Kepala Bappeda Siak pada 19 September 2011 hingga 10 Januari 2013. Kemudian pada 2013 hingga 2016, defnitif sebagai Kepala Bappeda Kabupaten Siak 2013-2016. Jabatan terakhirnya di Kabupaten Siak adalah Kepala Badan Keuangan Daerah sejak Oktober 2017 hingga November 2019.**

Print Friendly, PDF & Email