Berita TerbaruNasional

Rusuh Papua, Mahasiswa: Kami Tolak Rasisme, Referendum Jadi Solusi

CAKRAWALATODAY – Ribuan mahasiswa menggelar aksi unjuk rasa menolak peristiwa rasisme terhadap mahasiswa yang ada di Jawa Timur beberapa waktu lalu. Dalam aksinya, mahasiswa menuntut seluruh pihak di Jawa Timur bertanggung jawab atas perlakuan rasisme dan kekerasan terhadap mahasiswa Papua.

Dalam aksi unjuk rasa ini, terdengar dengan jelas tuntutan referendum dari mahasiswa. Mereka meneriakkan kata-kata Papua Merdeka, referendum harus diwujudkan dan jadi solusi.

“Papua, Merdeka.. Papua, Merdeka.. Papua, Merdeka. Apa yang terjadi saat ini solusinya hanya satu, Papua harus referendum,” ujar mahasiswa dalam orasinya.

Dalam orasinya, mahasiswa menyatakan perlakuan rasisme ini sangat menyakitkan masyarakat Papua. Kebenaran harus diwujudkan, dan rasa kenyamanan terhadap masyarakat Papua harus terjamin.

“Kami cari kebenaran, rasisme di bumi merah putih harus dihapuskan,” kata mahasiswa.

Gubernur Papua, Lukas Enembe, meminta seluruh masyarakat khusus di Jawa Timur untuk menghentikan rasisme tidak pantas di bumi Pancasila. Menurutnya, apa yang dialami mahasiswa di Papua jadi gambaran bahwa rasisme di Jawa Timur masih cukup tinggi. Harusnya, pada usia kemerdekaan ke-74 tahun, masyarakat tidak lagi terjebak dengan persoalan rasisme.

“Kita sudah 74 tahun, harusnya kita sudah cukup dewasa. Kita sudah merdeka,” katanya.

Solidaritas Ikatan Mahasiswa Papua se-Jawa dan Bali (IPMAPA) yang terdiri dari IPMAPA Malang, IPMAPA Bali, IPMAPA Jogja, IPMAPA Semarang, IPMAPA Bandung, IPMAPA Bogor, IPMAPA Surabaya, secara tegas mengancam tindakan diskriminasi rasial terhadap mahasiswa Papua di Malang, penangkapan paksa terhadap mahasiswa Papua di Kota Surabaya.

Persoalan diskriminasi rasial terhadap mahasiswa Papua di Kota Malang dan Surabaya berupa sikap represif yang dilakukan instasi aparat TNI/Polri dan ormas terhadap Aliansi Mahasiswa Papua (AMP) terjadi saat aksi demostrasi damai di Jalan Basuki Rachmat pada Kamis, 15 Agustus 2019, dan pengepungan asrama mahasiswa Papua Surabaya pada Jumat 16 Agustus 2019 hingga 17 Agustus 2019 selama lebih 24 jam.**

Sumber: VIVANEWS

Print Friendly, PDF & Email

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button