BisnisNasional

PHR Regional 1 Perkuat Peran Strategis Energi Melalui Kolaborasi dengan Media

Cakrawalatoday.com — Pertamina Hulu Rokan (PHR) Regional 1 menyelenggarakan Media Gathering 2026 sebagai bagian dari komitmen memperkuat kolaborasi dan komunikasi strategis dengan media massa. Mengusung tema “Innovating Through Collaboration”, kegiatan ini menjadi momentum apresiasi sekaligus sarana mempererat kemitraan dengan insan pers yang selama ini berperan penting dalam mendukung literasi publik dan ketahanan energi nasional.

Melalui kegiatan ini, PHR Regional 1 menegaskan pentingnya peran media sebagai mitra strategis dalam menyampaikan informasi yang akurat, berimbang, dan konstruktif mengenai industri hulu migas. Selain memperkuat silaturahmi, Media Gathering 2026 juga dirangkaikan dengan Malam Apresiasi Anugerah Jurnalistik Pertamina (AJP) 2025 sebagai bentuk penghargaan atas kontribusi jurnalis di wilayah kerja Regional 1.

Direktur Utama PHR Regional 1, Muhamad Arifin, menyampaikan bahwa dirinya ingin membangun hubungan yang lebih dekat dan berteman dengan media. Menurutnya, tantangan operasional di tahun 2026 tidak dapat dihadapi sendiri, melainkan membutuhkan dukungan ekosistem yang solid, termasuk peran media sebagai mitra strategis.

“PHR Regional 1 memikul tanggung jawab besar dalam menjaga pasokan energi nasional. Sekitar sepertiga lifting minyak nasional. Ini menunjukkan betapa krusialnya peran Regional 1 dalam menjaga ketahanan energi Indonesia,” ujar Arifin saat Malam Apresiasi, 12 Februari 2026.

Ia menambahkan bahwa mayoritas aset yang dikelola PHR Regional 1 merupakan lapangan migas yang telah mature, sehingga secara alamiah menghadapi tantangan laju penurunan produksi. Namun demikian, PHR Regional 1 tidak menjadikan kondisi tersebut sebagai hambatan.

“Di tahun 2026, kami mengusung strategi agresif namun terukur. Pengeboran sumur pengembangan terus kami dorong dengan tetap mengedepankan keselamatan. Kami menerapkan pendekatan seperti sumur eksplorasi Migas Non Konvensional (MNK), Batch Drilling dan Velocity String agar lapangan tua tetap produktif dan andal,” jelasnya.

Selain itu, transformasi digital dan pemanfaatan kecerdasan buatan menjadi pilar penting dalam strategi operasi. Melalui Digital & Innovation Center (DICE) dan sistem ONE PHR GIS, PHR Regional 1 mengintegrasikan data, digitalisasi, dan AI untuk meningkatkan akurasi pengambilan keputusan, efisiensi operasi, serta keselamatan kerja.

“Kalau rekan-rekan jurnalis memanfaatkan AI untuk menjaga akurasi pemberitaan, kami menggunakan AI untuk menjaga akurasi produksi. Di titik inilah kami merasa berada pada frekuensi yang sama dengan media—sama-sama mengandalkan data, verifikasi, dan presisi,” lanjut Arifin.

Dalam kesempatan tersebut, Arifin menegaskan bahwa dukungan media sangat dibutuhkan untuk mengiringi perjalanan PHR Regional 1 mencapai target produksi 2026. “Kami membutuhkan rekan-rekan media sebagai mitra yang kritis sekaligus konstruktif. Sampaikan jika ada yang perlu diperbaiki, namun kami juga berharap perjuangan ribuan pekerja di lapangan dapat tersampaikan secara utuh kepada publik,” ujarnya.

Ke depan, PHR Regional 1 berkomitmen untuk terus membuka ruang komunikasi, memperkuat kolaborasi, dan menjaga transparansi. _“Menjaga energi Indonesia bukan hanya soal target hari ini, tetapi tentang membangun kepercayaan dan keberlanjutan untuk masa depan. Dengan kolaborasi yang kuat, kami yakin tantangan seberat apa pun dapat kita hadapi bersama,” tutup Arifin.

Tentang PHR Regional 1 Sumatra

PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) menjalankan tugas dari Subholding Upstream Pertamina untuk mengelola bisnis dan operasional kegiatan usaha hulu migas di Wilayah Kerja Regional 1 – Sumatra yang terbentang dari Aceh hingga Sumatra Selatan. PHR menghasilkan sepertiga produksi minyak bumi Pertamina Subholding Upstream. Menjadi salah satu produsen minyak dan gas utama di Indonesia yang berkontribusi dalam pemenuhan energi nasional.

Pada 2025, PHR menyelesaikan restrukturisasi organisasi yang bertujuan meningkatkan efisiensi dan ketahanan energi nasional. Integrasi organisasi ini mencakup Zona 1, Zona Rokan, dan Zona 4 ke dalam struktur Regional 1 demi memastikan operasional yang lebih optimal dan berkelanjutan.

Restrukturisasi ini membawa dampak positif dalam pengelolaan aset hulu migas dari ujung utara hingga selatan Sumatra, sejalan dengan program Swasembada Energi yang dicanangkan pemerintah. Dengan organisasi yang lebih efisien, PHR berupaya menjaga pasokan energi nasional dan menghadapi tantangan industri migas ke depan. **

Back to top button