EkonomiRiau

Banyak Warga Pekanbaru Kehilangan Hak Menerima Bansos Karena Desil Berubah

Cakrawalatoday.com — Akhir-akhir ini, konten tentang Desil viral di berbagai paltform media sosial. Desil sendiri adalah sistem pengelompokan masyarakat menjadi 10 kelompok berdasarkan tingkat kesejahteraan ekonomi, dari yang paling miskin hingga paling sejahtera.

Penerapan Desil ini sudah berimbas kepada warga Kota Pekanbaru. Riau. Banyak warga yang tidak mampu kehilangan hak menerima Bantuan Sosial (Bansos) ataupun bantuan pendidikan karena disel-nya berubah menjadi lebih tinggi.

“Saya hampir setiap hari dapat laporan dari masyarakat bahwa mereka tidak pernah mendapatkan bantuan sosial dalam bentuk apapun, dan juga ada yang sudah pernah mendapatkan bantuan sosial tiba-tiba tidak menerima bantuan sosial lagi,” kata anggota Fraksi PDI Perjuangan Tekad Abidin, Jumat (4/9/2026). Demikian dikutip dari Cakaplah.com.

Tekad menjelaskan, saat ini pemerintah menyalurkan bantuan sosial berbasiskan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSN). Jadi, yang berhak mendapatkan bantuan sosial itu adalah mereka-mereka yang berada di Desil 1 sampai 4.

“Oleh karena itu, silahkan cek desil masing-masing. Jika memang tergolong keluarga tidak mampu, dan Desilnya berada di 1 sampai 4 Insyaallah akan dapat bantuan sosial,” kata Tekad.

Jika memang ada warga tidak mampu namun tidak menerima Bansos, jelas Tekad, bisa mengubah data secara mandiri. Ia khawatir, dengan penerapan Desil yang tidak tepat ini, warga kehilangan berbagai akses, seperti akses pendidikan dan juga kesehatan.

Untuk itu, kata Tekad, jika tidak berada di Desil 1 sampai 4, silakan lakukan permohonan perubahan data. Untuk melakukan permohonan perubahan data ini, bisa melalui aplikasi cek Bansos ataupun website cek bansos atau juga bisa mendatangi kantor kelurahan terdekat.

“Dan kami juga dari Fraksi PDI Perjuangan DPRD Pekanbaru siap membantu. Silahkan datang ke kantor DPRD Pekanbaru, Fraksi PDI Perjuangan setiap hari Senin. Kami akan membantu mengusulkan perubahan data,” kata Tekad.

Desil merupakan pengelompokan masyarakat yang membagi jumlah penduduk Indonesia menjadi 10 bagian yang sama besar (masing-masing 10%) berdasarkan tingkat kesejahteraan ekonomi, dari kelompok yang paling miskin hingga yang paling kaya. Pemerintah menggunakan data desil untuk menentukan sasaran program bantuan sosial dan subsidi agar tepat sasaran.

Kelompok Desil 1 adalah kelompok 10% penduduk dengan tingkat kesejahteraan paling rendah atau kategori sangat miskin. Desil 2 adalah kelompok 10% penduduk pada tingkat kesejahteraan kedua atau kategori miskin.

Kemudian, Desil 3 adalah kelompok 10% penduduk pada tingkat kesejahteraan ketiga atau hampir miskin. Desil 4 adalah kelompok 10% penduduk pada tingkat kesejahteraan keempat atau rentan miskin.

Sedangkan Desil 5 sampai 10 adalah kelompok penduduk dengan tingkat kesejahteraan menengah hingga ke atas. Artinya bukan sasaran utama bantuan sosial reguler.

Kegunaan Desil bagi pemerintah untuk menyalurkan bantuan sosial seperti Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Pangan Non-Tunai (BPNT) yang umumnya diprioritaskan bagi Desil 1 sampai Desil 4.

Desil ini juga digunakan untuk menilai kelayakan penerima subsidi energi seperti listrik atau BBM tertentu dan bantuan pendidikan. **

Back to top button