Cakrawalatoday.com – Manajemen PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) melaporkan perusahaan ini kembali mencatatkan kinerja positif melalui temuan dari Sumur baru P_KIRA24_01 (KIRA00003). Sumur KIRA00003 berarah bertipe S (S-Type) berlokasi di Lapangan Kirana Wilayah Kerja (WK) Rokan, Kabupaten Rokan Hilir, Provinsi Riau.
Kinerja positif ini menjadi salah satu capaian penting PHR dalam menambah dan meningkatkan produksi minyak yang dilakukan melalui skema percepatan Surat Edaran (SE) dari SKK Migas. Sumur KIRA00003 berhasil mencatatkan tambahan produksi melalui pengujian awal sebesar 599 BOPD (Barrel Oil Per Day), dengan tingkat water cut di kisaran 21%, dari total fluida 749 BFPD (Barrel Fluid Per Day) pada 19 Agustus 2026.
Pengeboran sumur KIRA00003 ini berada lapisan Pematang pada kedalaman 5.011 ftMD (feet Measured Depth) dengan menggunakan Rig Drilling BDSI-19. Tambahan produksi minyak ini menjadi kontribusi nyata PHR dalam menjaga dan meningkatkan produksi migas nasional.
General Manager (GM) Zona Rokan PHR, Andre Wijanarko, mengapresiasi kinerja seluruh tim di lapangan yang berhasil berkat kolaborasi dan tetap menerapkan aspek keselamatan.
“Alhamdulilah melalui keberhasilan Sumur KIRA00003 menjadi tambahan produksi bagi PHR Zona Rokan. Tambahan produksi ini menjadi komitmen PHR untuk menjaga ketahanan energi nasional,” jelas Andre Wijanarko dalam rilisnya, Jumat (28/08/2026).
Keberhasilan sumur KIRA00003 ini sekaligus menjadi dasar teknis untuk melanjutkan evaluasi dan pengembangan potensi lapangan Kirana berikutnya. Hasil tersebut menunjukkan bahwa sejumlah struktur di Zona Rokan masih memiliki peluang produksi melalui koordinasi dengan antar stakeholder.
“Capaian ini diharapkan menjadi momentum untuk memperluas pendekatan serupa pada kandidat lapangan lainnya, sehingga peluang produksi dapat dieksekusi lebih cepat dan memberikan kontribusi nyata terhadap peningkatan produksi Zona Rokan dan produksi migas nasional,” tutup Andre Wijanarko.
Melalui koordinasi intensif antara PHR dan SKK Migas, peluang Kirana dapat dimatangkan dan dieksekusi lebih cepat, dengan tetap memenuhi aspek teknis dan tata kelola yang berlaku. Pendekatan ini menjadi bentuk nyata kolaborasi antara regulator dan KKKS dalam mempercepat monetisasi potensi hidrokarbon serta mendukung peningkatan produksi migas nasional.
Hasil pemboran dan evaluasi sumur KIRA00003 menunjukkan kualitas reservoir dan indikasi hidrokarbon yang menjanjikan. Potensi tersebut kemudian terkonfirmasi melalui pengujian produksi pada 19 Agustus 2026 dengan capaian 599 BOPD, memberikan keyakinan lebih kuat terhadap potensi pengembangan lanjutan Lapangan Kirana.
Keberhasilan sumur KIRA00003 ini sekaligus menjadi dasar teknis untuk melanjutkan evaluasi dan pengembangan potensi lapangan Kirana berikutnya. Hasil tersebut sekaligus menunjukkan bahwa sejumlah struktur di Zona Rokan masih memiliki peluang produksi yang dapat dimonetisasi dengan tepat dan cepat melalui proses pematangan yang responsif serta koordinasi yang kuat antar-stakeholder.
Capaian ini diharapkan menjadi momentum untuk memperluas pendekatan serupa pada kandidat lapangan lainnya, sehingga peluang produksi dapat dieksekusi lebih cepat dan memberikan kontribusi nyata terhadap peningkatan produksi Zona Rokan dan produksi migas nasional. */Rls/Abs


