Ilustrasi.

PISA Sebut 41% Murid RI Korban Bully, Komisi X Bicara Pendidikan Karakter

Bagikan :

CAKRAWALATODAY.COM, Jakarta – Hasil survei Program for International Student Assessment (PISA) menyebut 41% siswa di Indonesia menjadi korban bully atau perundungan dan 17% dilanda kesepian. Komisi X DPR RI mengingatkan pentingnya pendidikan karakter.

“Ini perlu diteliti lebih lanjut. 41% itu sebabnya apa? Kalau dari kakak kelas, berarti pelajaran moral orang (lebih) tua atau yang tua menyayangi yang muda tidak ada. Ini kembali ke pendidikan karakter,” kata Wakil Ketua Komisi X Abdul Fikri Faqih, saat dihubungi, Rabu (4/12/2019).

Dia mengatakan masyarakat mungkin menilai tidak terjadi apa-apa terhadap para siswa. Namun ternyata, setelah ditanya baru lah para siswa mengaku pernah menjadi korban perundungan.

“Kita mungkin merasa tidak (terjadi) apa-apa. Tapi pas ditanya suasa kebatinan 41 persen di-bully, 17 persen kesepian. Itu kan setelah ditanya,” ucapnya.

Abdul meminta pemerintah menjadikan survei ini sebagai alat koreksi dan evaluasi. Menurutnya, para siswa harus dibangkitkan semangatnya untuk bersekolah.

“Itu saya kira pentingnya survei jadi alat koreksi dan evaluasi. Kalau kesepian harus bangkitkan kegairahan. Kegairahan mereka sekolah bersemangat. Kalau di-bully ini perlu tidak lanjut, ini dari siapa, dari kakak kelas, atau bagaimana. Suasana belajar kan suasa kekeluargaan, familier, kalau tidak kan materi pelajaran tidak masuk,” kata Abdul.

Abdul menilai seringnya perundungan terjadi di sekolah karena masalah fisik. Menurutnya, murid yang memiliki kebutuhan khusus sering jadi korban perundungan.

“Bully disabilitas berarti ada diskriminasi, suasana sekolah dan hubungan antar-elemen pendidikan tidak inklusif karena ketika ada yang disabilitas, pasti di-bully,” ucap Abdul.

Hasil survei PISA tahun 2018 menyatakan Indonesia berada pada 10 besar terbawah dari 79 negara dalam kategori kemampuan membaca, matematika, dan sains. Selain itu, survei ini mengungkap fenomena bully (perundungan) siswa di Indonesia.

Lewat surveinya, PISA menggambarkan iklim pendidikan di Indonesia. Dilansir detikcom dari laporan PISA 2018, Rabu (4/12/2019), disebutkan bahwa 41% siswa di Indonesia mengaku pernah di-bully, setidaknya beberapa kali dalam sebulan.

Persentase perundungan yang dialami siswa-siswi di Indonesia ini lebih besar dibandingkan dengan rata-rata negara-negara anggota OECD (Organisation for Economic Co-operation and Development), yakni 23%. Pada saat yang sama, 80% siswa di Indonesia setuju atau sangat setuju untuk membantu siswa yang tidak dapat membela diri saat di-bully.

Tak hanya itu, laporan ini juga mengungkap soal siswa Indonesia yang merasa kesepian. Sebanyak 17% siswa Indonesia mengaku setuju dan sangat setuju bahwa mereka merasa kesepian. (*)

Detik.com

Print Friendly, PDF & Email