Optimalisasi Soft Skill Komunikasi Bahasa Inggris Siswa Melalui Pemanfaatan Fitur Voice-Over Canva di SMA IT Imam Syafi’i 2 Pekanbaru

Cakrawalatoday.com — Keterampilan komunikasi lisan dalam bahasa Inggris menjadi kebutuhan penting bagi siswa SMA di era digital. Menjawab tantangan tersebut, tim dosen dan mahasiswa dari Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Islam Riau (UIR) bersama pihak sekolah menggelar program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) di SMA IT Imam Syafi’i 2 Pekanbaru, 3 September 2025.
Program PkM ini diketuai oleh Andi Idayani, dengan anggota tim yang terdiri dari Estika Satriani, Laila Fitriah, Dinda Fuji Rahmadani, dan Annisa Putri dari pihak UIR, serta Nurhadi Kurniawan yang mewakili pihak SMA IT Imam Syafi’i 2 Pekanbaru. Tim ini memperkenalkan metode belajar berbasis teknologi dengan mengintegrasikan fitur perekam suara (*voice-over*) pada aplikasi desain Canva.
Solusi Digital Kurangi Rasa Cemas
Andi Idayani mengungkapkan, berdasarkan hasil survei awal terhadap 50 siswa di sekolah tersebut, terungkap bahwa 65 persen siswa mengaku tidak percaya diri ketika harus berbicara bahasa Inggris. Selain itu, sebanyak 72 persen siswa belum pernah menggunakan fitur voice-over untuk keperluan presentasi.
Lewat pelatihan ini, kata Andi Idayani, siswa diajak menyusun naskah, merancang tampilan visual slide yang interaktif, dan merekam narasi suara mereka secara langsung di dalam aplikasi. Pemanfaatan fitur voice-over memberikan ruang bagi siswa untuk berlatih secara mandiri. Mereka dapat mendengarkan kembali rekaman suaranya dan melakukan evaluasi mandiri sebelum mempresentasikan karya di depan guru dan teman sekelas.

Metode Pembelajaran Multimodal dan Interaktif
Pelaksanaan pelatihan dikemas secara intensif melalui serangkaian tahapan mulai dari sosialisasi, pemberian materi teknis, pendampingan pembuatan naskah, hingga tahap evaluasi. Pendekatan ini memadukan elemen visual, auditori, dan kinestetik yang memungkinkan siswa dengan berbagai gaya belajar dapat menyerap materi presentasi secara optimal. Fasilitas jaringan internet dan laboratorium komputer di SMA IT Imam Syafi’i 2 Pekanbaru turut mendukung kelancaran seluruh proses praktik teknis selama program berlangsung.
Selama proses pendampingan, para fasilitator memberikan bimbingan intensif terkait tata bahasa, pilihan kosakata yang tepat, hingga teknik artikulasi serta intonasi berbicara bahasa Inggris yang sesuai dengan standar penuturan lisan. Siswa juga diajak untuk berdiskusi dalam kelompok kecil guna mematangkan ide presentasi mereka. Dinamika kelompok ini tidak hanya membangun suasana belajar yang menyenangkan, tetapi juga melatih keterbukaan siswa dalam menerima umpan balik serta mengasah keterampilan kerja sama tim.
Pihak sekolah dan guru Bahasa Inggris SMA IT Imam Syafi’i 2 Pekanbaru menyambut baik inisiatif terobosan ini karena dinilai sangat relevan dengan pemanfaatan teknologi di era digital. Para siswa pun menunjukkan antusiasme yang tinggi sepanjang pelatihan, di mana mereka merasa lebih nyaman berlatih berbicara melalui media rekaman digital tanpa rasa takut dihakimi secara langsung. Kepala sekolah berharap program serupa dapat terus dilaksanakan secara berkala untuk memacu prestasi akademik dan rasa percaya diri siswa di tingkat yang lebih tinggi.

Pendekatan ini terbukti memberikan dampak signifikan pada performa belajar siswa. Misalnya, peningkatan keberanian berbicara: Latihan rekaman mandiri secara bertahap ternyata berhasil memangkas rasa cemas saat berbicara bahasa asing.
“Penyampaian ide siswa juga lebih terstruktur: Narasi visual dan audio membantu siswa menyusun poin presentasi dengan susunan kalimat, intonasi, serta artikulasi yang lebih tertata,” ungkap Andi Idayani.
“Kemudian, siswa tidak hanya belajar bahasa, tetapi juga mengasah keterampilan desain media digital berbasis audio-visual,” pungkasnya. **


