Batam

Tekan Fatalitas Lakalantas, Polda Kepri dan Jasa Raharja Gandeng Ojol serta LPK Mengemudi Batam

Batam – Upaya menekan angka kecelakaan lalu lintas sekaligus mencegah fatalitas korban di jalan raya terus diperkuat di Kota Batam. Ditlantas Polda Kepulauan Riau bersama PT Jasa Raharja (Persero) menggandeng komunitas ojek online dan kelompok Lembaga Pendidikan dan Keterampilan (LPK) kursus mengemudi Batam dalam forum peningkatan keselamatan dan keamanan berlalu lintas.

Kegiatan bertajuk “Peningkatan Keselamatan dan Keamanan Berlalu Lintas untuk Pencegahan Fatalitas Lakalantas” tersebut digelar di La Kopi Cafe & Resto, Kamis (1/10/2026).

Forum itu sekaligus menjadi ajang silaturahmi dan Focus Group Discussion (FGD) untuk memperkuat kolaborasi berbagai pihak dalam mewujudkan Keamanan, Keselamatan, Ketertiban, dan Kelancaran Lalu Lintas (Kamseltibcarlantas) di Kota Batam.

Kegiatan dihadiri Kasubditkamsel Polda Kepri Kompol Ida Mardiana, S.Sos., M.H., Kanit 3 Subditkamsel Polda Kepri Ipda Lady Natalia, S.H., serta Penanggung Jawab Pelayanan PT Jasa Raharja (Persero) Muhammad Riswanda.

Dalam forum tersebut, peserta membahas pentingnya meningkatkan kesadaran dan kedisiplinan pengguna jalan, khususnya pengemudi ojek online yang memiliki tingkat mobilitas tinggi dalam menjalankan aktivitas sehari-hari.

Kompol Ida Mardiana menekankan bahwa keselamatan harus menjadi prioritas utama setiap pengendara. Menurutnya, kepatuhan terhadap aturan lalu lintas merupakan bagian penting dalam mencegah terjadinya kecelakaan maupun mengurangi tingkat fatalitas ketika kecelakaan terjadi.

“Keselamatan harus menjadi kebutuhan dan budaya bagi setiap pengguna jalan. Pengemudi harus selalu menggunakan perlengkapan keselamatan, mematuhi aturan lalu lintas dan memastikan penumpang juga mendapatkan perlindungan yang sama,” ujarnya.

Dalam diskusi tersebut, pengemudi ojek online juga diingatkan untuk selalu menggunakan helm berstandar keselamatan, termasuk memastikan penumpang kendaraan roda dua mengenakan helm selama perjalanan.

Selain aspek keselamatan, kelengkapan administrasi kendaraan turut menjadi perhatian. Para pengemudi diimbau memastikan Surat Izin Mengemudi (SIM) masih berlaku serta memenuhi kewajiban pajak kendaraan dan kelengkapan Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK).

“Jangan hanya memperhatikan kondisi kendaraan, tetapi juga pastikan kelengkapan administrasi seperti SIM dan STNK tetap sesuai ketentuan. Hal-hal sederhana seperti ini merupakan bagian dari tertib berlalu lintas,” kata Ida.

Sementara itu, keterlibatan LPK kursus mengemudi dinilai memiliki peran strategis dalam membentuk perilaku pengendara sejak awal. Lembaga kursus mengemudi diharapkan tidak hanya mengajarkan teknik mengoperasikan kendaraan, tetapi juga memberikan pemahaman mengenai etika dan budaya keselamatan di jalan raya.

Muhammad Riswanda dari Jasa Raharja menyampaikan bahwa keselamatan lalu lintas membutuhkan sinergi dari berbagai unsur, mulai dari pemerintah, kepolisian, lembaga keselamatan, komunitas pengemudi hingga masyarakat.

“Pencegahan kecelakaan tidak bisa dilakukan oleh satu pihak saja. Diperlukan kolaborasi dan edukasi yang berkelanjutan agar kesadaran masyarakat terhadap keselamatan lalu lintas semakin meningkat,” ujarnya.

Menurutnya, komunitas ojek online merupakan salah satu kelompok yang memiliki intensitas tinggi dalam menggunakan jalan raya sehingga edukasi keselamatan menjadi sangat penting.

“Teman-teman pengemudi ojek online memiliki mobilitas yang tinggi. Karena itu, keselamatan diri sendiri maupun penumpang harus selalu menjadi perhatian utama dalam setiap perjalanan,” tambahnya.

Dalam kesempatan tersebut, Polda Kepri juga menyampaikan rencana pembangunan Indonesia Safety Driving Center (ISDC) di wilayah Kepulauan Riau. ISDC merupakan konsep yang dikembangkan Korlantas Polri sebagai pusat edukasi dan peningkatan kompetensi keselamatan berkendara.

Keberadaan ISDC nantinya diharapkan dapat memberikan pembelajaran keselamatan secara teori dan praktik, mulai dari teknik olah kemudi, etika berkendara, pengenalan kendaraan hingga manajemen risiko kecelakaan.

Selain sebagai pusat edukasi, ISDC juga dapat mendukung pelatihan instruktur, pengujian kompetensi dan sertifikasi, penelitian keselamatan jalan, serta membangun kemitraan dengan sekolah mengemudi maupun komunitas otomotif.

Ipda Lady Natalia mengatakan penguatan pendidikan keselamatan sejak seseorang mulai belajar mengemudi merupakan langkah penting dalam membentuk perilaku berkendara yang aman.

“Edukasi harus diberikan sejak seseorang mulai belajar mengemudi. Bukan hanya bagaimana menjalankan kendaraan, tetapi juga bagaimana memahami aturan, etika berlalu lintas dan risiko yang ada di jalan,” katanya.

Ia berharap keberadaan ISDC di Kepulauan Riau nantinya dapat memperkuat ekosistem keselamatan lalu lintas sekaligus meningkatkan kompetensi para pengemudi.

Kolaborasi antara Ditlantas Polda Kepri, Jasa Raharja, komunitas ojek online dan LPK kursus mengemudi menunjukkan bahwa upaya pencegahan kecelakaan membutuhkan keterlibatan banyak pihak.

Keselamatan di jalan tidak hanya bergantung pada penegakan hukum, tetapi juga dipengaruhi kualitas edukasi, keterampilan berkendara serta kedisiplinan setiap pengguna jalan.

Melalui sinergi tersebut, budaya tertib berlalu lintas di Kota Batam diharapkan semakin kuat sehingga upaya mewujudkan Kamseltibcarlantas sekaligus menekan fatalitas kecelakaan dapat terus ditingkatkan. (*)

Back to top button