Senator Dwi Ajeng Sekar Respaty Menekankan Arti Penting Paguyuban dalam Menjaga NKRI

Batam – Senator Dwi Ajeng Sekar Respaty, S.H, M.Kn kembali menekankan arti penting organisasi yang berbasis kedaerah (paguyuban) dalam menjaga Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Para pengurus paguyuban dapat secara langsung menjangkau anggotanya untuk bersama-sama menjaga daerah tetap aman, kondusif dan saling menghormati keberagaman suku, agama, ras dan antar golongan.
Hal itu disampaikan senator, yang biasa dipanggil Mbak Sekar, dalam Sosialisasi Empat Pilar MPR RI Bersama Forum Komunikasi Paguyuban 33 Kabupaten/Kota se Provinsi Jawa Tengah, Selasa (15/9) di Aula Sekretariat DPD RI Perwakilan Kepri, Kompleks Graha Kadin Batam Center. Acara itu dihadiri para tokoh dan pengurus masyarakat asal Jawa Tengah di bawah koordinasi Nuryanto, SH. MH sebagai Ketua Forum Komunikasi dan Masyhadi, S.Kom, selaku Sekjend Forum Komunikasi.
Mbak Sekar mengingatkan, Sosialisasi Empat Pilar MPR RI, yakni Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika adalah upaya untuk mewujudkan visi MPR RI sebagai “Rumah Kebangsaan, Pengawal Ideologi Pancasila dan Kedaulatan rakyat”
Melalui sosialisasi itu, lanjut Mbak Sekar, diharapkan, rakyat kembali menjadikan empat pilar sebagai pedoman nilai dalam menghadapi berbagai tantangan seperti besarnya pengaruh globalisasi, disinformasi, keberagaman dan kesenjangan sosial ekonomi,
‘’Kita ingin, masyarakat saat ini kembali dekat dengan nilai-nilai kebangsaan, semua paham Pancasia berikut Pedoman, Penghayatan dan Pengamalannya dalam kehidupan sehari-hari,’’ katanya.
Selain itu, dalam sosialisasi tersebut Mbak Sekar menyatakan, sebagai Senator Dapil Kepri, dirinya siap untuk menampung masukan dan aspirasi dari masyarakat terkait implementasi nilai-nilai kebangsaan, otonomi daerah, serta isu-isu kemasyarakatan untuk dibawa ke tingkat pusat.
Dalam sosialisasi, turut dihadirkan nara sumber akademisi dari Universitas Batam (Uniba) Dr. H. Ngaliman, SE. MSi yang menekankan agar kontribusi paguyuban ditingkatkan melalui pemberdayaan masyarakat.
Masyhadi, selaku Sekjend Forum Komunikasi dalam sosialisasi empat pilar itu mengajak agar masyarakat Jawa Tengah yang ada di Batam terlibat aktif dalam kehidupan sosial kemasyarakatan. Karakter masyarakat Jawa Tengah yang adaptif dengan nilai sopan santun yang tinggi, sangat diperlukan menjaga Batam yang heterogen. Masyarakat Jawa Tengah, secara keseluruhan mempunyai modal dasar, pekerja keras, tekan dan sifat sungkan yang tinggi. Mereka tersebar di banyak profesi, baik sektor formal maupun non formal.
Peserta yang hadir sangat antusias dengan kegiatan Sosialisasi Empat Pilar yang diselenggarakan, terlihat dari semangat bertanya dan berdiskusi lebih lanjut perihal penguatan nilai-nilai empat pilar dalam kehidupan sehari-hari,
‘’Kami sangat mengapresiasi atas atensi perwakilan masyarakat Jawa Tengah pada kegiatan ini,’’ kata Mbak Sekar mengakhiri. (*)


