Kabar duka kembali datang dari salah seorang pasien ketiga yang positif terjangkit Virus Corona (Covid-19) di Kota Batam. Pasien tersebut, dinyatakan meninggal dunia di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Embung Fatimah pada pukul 01.45 WIB, dini hari ini. (Photo:Int)

Pasien Ketiga Positif Covid-19 yang Meninggal Dunia di Batam, Langsung Dikebumikan Pagi ini

Bagikan :

CAKRAWALATODAY.COM, Batam – Kabar duka kembali datang dari salah seorang pasien ketiga yang positif terjangkit Virus Corona (Covid-19) di Kota Batam. Pasien tersebut, dinyatakan meninggal dunia di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Embung Fatimah pada pukul 01.45 WIB, dini hari ini.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Batam, Didi Kusmarjadi membenarkan hal tersebut, pasien positif terjangkit virus corona meninggal dunia.

“Benar, pasien yang positif terjangkit Covid-19 meninggal sekira pukul 01.45 WIB dini hari tadi dan akan dikuburkan pagi ini juga,” kata Kepala Dinas Kesehatan Kota Batam, Didi, ketika dikonfirmasi media ini, Senin (30/3/2020) pagi.

Didi menyebut, rencananya Pukul 08.00 WIB pasien yang positif Covid-19 tersebut dibawa ke Tempat Pemakaman Umum (TPU) Sei Temiang, kota Batam untuk dimakamkan.

Sebelumnya diberitakan, Wakil Walikota Batam Amsakar Achmad mengumumkan bahwa salah satu warga Kota Batam berjenis kelamin laki-laki umur (47) dirawat pada ruang isolasi RSUD Embung Fatimah karena positif terjangkit Covid-19.

“Pada Senin 9 Maret, yang bersangkutan melakukan perjalanan ke Jakarta untuk menghadiri peletakan lunas pembangunan kapal di daerah Tanjung Priok Jakarta Utara,” kata Amsakar Achmad saat press release di belakang Kantor Walikota pada Senin (23/3/2020) sore.

Selanjutnya yang bersangkutan berkunjung ke salah satu perusahaan pembuat kapal yang tidak jauh dari lokasi kegiatan tersebut untuk melakukan meeting di ruangan yang tertutup.

“setelah meeting, yang bersangkutan kembali ke kantornya di Menara Bidakara 2 Pancoran Jakarta dan pada pukul 20.00 WIB pulang ke Hotel Bidakara,” tuturnya.

Pada 11 Maret, melakukan kunjungan ke Kantor Ditjen Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan RI untuk melaksanakan meeting di kawasan Pluid CBD.

“Pada 12 Maret, yang bersangkutan pulang ke Batam. Sampai di rumah yang bersangkutan memperbaikan plafon kamar mandi yang bocor,” bebernya.

Keesokan harinya pada 13 maret yang bersangkutan mengeluh sakit dibagian tenggorokan serta badan tidak fit, dan pada 14 Maret badannya terasa meriang dan demam.

“Yang bersangkutan minum obat penurun demam (sammol) dan tidur hingga pagi harinya,” kata Wakil Walikota.

“Pada saat bangun, badan sudah terasa ringan sehingga dapat melaksanakan aktifitas olah raga bersepeda,” sambungnya.

Keesokan harinya yang bersangkutan pergi ke Rumah Sakit dekat rumah untuk melakukan pemeriksaan karena kembali demam.

“Pada 17 maret, yang bersangkutan kembali berobat ke RS tersebut dan ditempatkan di ruang isolasi UGD yang dilanjutkan dengan tindakan diagnostik foto rontgen dan pemeriksaan laboratorium,” jelasnya.

Pada 18 Maret, yang bersangkutan kembali ke RS tersebut karena belum juga membaik, kembali ke ruang isolasi dan dilakukan pengambilan sample swab oleh Tim Balai Teknik Kesehatan Lingkungan Pengendalian Penyakit (BTKLPP) Batam.

“Pada 23 Maret, hasil Sample Swab dari Badan Penelitian dan Pengembangan Kementerian Kesehatan RI melalui BTKLPP dengan kesimpulan terkonfirmasi Positif terjangkit Covid-19,” pungkasnya.

Kematian pasien kedua tersebut menambah daftar pasien corona yang meninggal di Kota Batam, sebelumnya 1 orang pasien pertama dinyatakan meninggal dunia setelah melakukan perjalanan ke Bogor. (zel)

Print Friendly, PDF & Email