Tekan Angka Kecelakaan, Jasa Raharja Dorong Mahasiswa Batam Tourism Polytechnic Jadi Pelopor Keselamatan

Batam – PT Jasa Raharja (Persero) mendorong mahasiswa Batam Tourism Polytechnic menjadi pelopor keselamatan berlalu lintas sebagai bagian dari upaya menekan angka kecelakaan di Kota Batam.
Dorongan tersebut disampaikan dalam Seminar Keselamatan Berkendara yang digelar di Batam Tourism Polytechnic, Jumat (25/9/2026). Kegiatan berlangsung mulai pukul 09.30 hingga 12.00 WIB dan melibatkan kepolisian, dunia pendidikan, Jasa Raharja serta pihak Honda.
Seminar menghadirkan Kanit Kamsel Polda Kepulauan Riau Ipda Lady, Instructor Safety Riding PT Capella Dinamik Nusantara (Honda) Christofer Valentino, serta Penanggung Jawab Pelayanan Klaim PT Jasa Raharja (Persero) Muhammad Riswanda. Kegiatan turut dihadiri Taufik, Dosen Program Studi Bisnis Kopi/Kulinari Batam Tourism Polytechnic.
Dalam kegiatan tersebut, peserta mendapatkan edukasi mengenai berbagai aspek keselamatan berkendara, mulai dari perilaku pengendara, persiapan sebelum perjalanan, penggunaan perlengkapan keselamatan, menjaga jarak aman hingga pemahaman mengenai pelayanan Jasa Raharja bagi korban kecelakaan lalu lintas.
Data yang dipaparkan dalam seminar menunjukkan angka kecelakaan lalu lintas di Batam masih menjadi perhatian. Pada periode Januari hingga Agustus 2026 tercatat 1.009 kasus kecelakaan lalu lintas, atau meningkat sekitar 48 persen dibandingkan periode yang sama pada 2025.
Kondisi tersebut menjadi perhatian bersama karena mahasiswa sebagai kelompok usia produktif merupakan salah satu pengguna jalan yang perlu mendapatkan edukasi keselamatan secara berkelanjutan.
“Keselamatan berkendara bukan hanya tentang kemampuan mengendalikan kendaraan, tetapi juga bagaimana kita mempersiapkan diri sebelum berkendara dan mengambil keputusan yang aman selama berada di jalan,” menjadi salah satu pesan yang ditekankan dalam kegiatan tersebut.
Salah satu materi yang mendapat perhatian peserta adalah mengenai microsleep, yakni kondisi ketika seseorang mengalami episode tidur singkat tanpa disadari.
Microsleep sangat berbahaya apabila terjadi ketika seseorang sedang mengendarai kendaraan. Hilangnya kesadaran selama beberapa detik saja dapat membuat pengendara kehilangan fokus dan tidak mampu merespons kondisi jalan secara cepat.
Peserta juga mendapatkan pemahaman mengenai kafein yang terkandung dalam kopi. Konsumsi kafein dapat membantu meningkatkan kewaspadaan dan mengurangi rasa kantuk untuk sementara.
Namun, kopi bukan pengganti waktu tidur yang cukup.
“Minum kopi bukan berarti menggantikan kebutuhan tubuh untuk beristirahat. Pengendara tetap harus memastikan kondisi tubuh dalam keadaan fit sebelum berkendara,” demikian pesan keselamatan yang disampaikan dalam seminar.
Materi safety riding juga mengingatkan mahasiswa mengenai pentingnya melakukan persiapan sebelum berkendara. Pengendara harus memastikan kondisi kendaraan, menggunakan perlengkapan keselamatan yang sesuai, serta menjaga jarak aman dengan kendaraan di depan.
Kebiasaan sederhana tersebut dinilai menjadi bagian penting dalam membangun budaya berkendara yang aman.
Selain materi safety riding, peserta juga mendapatkan penjelasan mengenai pelayanan Jasa Raharja bagi masyarakat yang menjadi korban kecelakaan lalu lintas.
Dalam hal terjadi kecelakaan, masyarakat perlu memastikan adanya laporan kepolisian di Polresta Barelang. Selanjutnya, proses penjaminan dan pelayanan Jasa Raharja akan ditindaklanjuti sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
“Dalam penanganan korban kecelakaan lalu lintas, laporan kepolisian menjadi bagian penting dalam proses pelayanan dan penjaminan sesuai ketentuan yang berlaku,” disampaikan dalam pemaparan Jasa Raharja.
Dari sisi pelayanan kesehatan, cedera kepala menjadi salah satu temuan dominan pada korban kecelakaan yang mendapatkan perawatan di rumah sakit di Batam.
Kondisi tersebut kembali menegaskan pentingnya penggunaan helm yang benar dan sesuai standar, khususnya bagi pengendara maupun penumpang sepeda motor.
Helm bukan sekadar perlengkapan berkendara, tetapi menjadi salah satu perlindungan utama untuk mengurangi risiko cedera serius ketika terjadi kecelakaan.
Seminar keselamatan berkendara tersebut juga diarahkan untuk membangun budaya keselamatan di lingkungan pendidikan.
Batam Tourism Polytechnic diharapkan dapat menjadi salah satu kampus pelopor keselamatan berkendara di Kota Batam. Mahasiswa tidak hanya diharapkan menjadi pengguna jalan yang lebih tertib dan sadar keselamatan, tetapi juga mampu menyampaikan edukasi kepada keluarga, teman dan masyarakat di lingkungan sekitarnya.
“Mahasiswa diharapkan tidak hanya memahami keselamatan untuk dirinya sendiri, tetapi juga dapat menjadi agen perubahan dan mengajak lingkungan sekitarnya untuk bersama-sama mengutamakan keselamatan berlalu lintas,” menjadi pesan yang disampaikan dalam kegiatan tersebut.
Kolaborasi antara kepolisian, dunia pendidikan, Jasa Raharja dan pelaku usaha otomotif diharapkan dapat memperluas edukasi keselamatan berlalu lintas di Batam.
Dengan meningkatnya kesadaran masyarakat, upaya menekan angka kecelakaan diharapkan tidak hanya dilakukan melalui penindakan, tetapi juga melalui pencegahan dan perubahan perilaku pengguna jalan.
Keselamatan berlalu lintas pada akhirnya menjadi tanggung jawab bersama, dengan setiap pengguna jalan memiliki peran dalam menciptakan kondisi lalu lintas yang lebih aman. (*)


