PendidikanRiau

Smart Posyandu Diuji Coba, 35 Kader di Pandau Jaya Dibekali Literasi Digital

Cakrawalatoday.com, Kampar – Upaya mendorong pemanfaatan teknologi digital hingga ke tingkat pelayanan kesehatan masyarakat terus dilakukan Universitas Riau (Unri). Melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM), tim dosen Unri mengembangkan Smart Posyandu, sebuah aplikasi berbasis website yang dirancang untuk membantu kader dalam melakukan pencatatan dan pengelolaan aktivitas posyandu secara digital.

Program bertajuk “Smart Posyandu: Implementasi Sistem Digital melalui Pemberdayaan Kader dalam Monitoring Kesehatan Ibu dan Balita di Desa Pandau Jaya” tersebut dilaksanakan di Kantor Desa Pandau Jaya, Kabupaten Kampar, pada Kamis, 30 Juli 2026.

Sebanyak 35 kader yang berasal dari 18 posyandu di Desa Pandau Jaya mengikuti kegiatan pelatihan. Para kader tidak hanya diperkenalkan dengan Smart Posyandu, tetapi juga mendapatkan penguatan literasi digital sebagai bekal dalam menghadapi perubahan layanan posyandu yang mulai bergerak menuju pengelolaan data berbasis digital.

Pemaparan Materi oleh Tim PkM UNRI, dr. Akbar Shiddiq, Sp.PD

Ketua tim pengabdian, Rahmat Hidayat, mengatakan pengembangan Smart Posyandu berangkat dari kebutuhan untuk menghadirkan media yang dapat membantu kader dalam proses digitalisasi layanan. Selama ini, pencatatan berbagai aktivitas posyandu masih banyak bergantung pada pencatatan manual sehingga pengelolaan dan penelusuran data membutuhkan waktu lebih panjang.

“Smart Posyandu kami harapkan dapat menjadi media yang tepat bagi kader dalam mendukung digitalisasi layanan posyandu. Namun, sebelum diterapkan lebih lanjut, sistem ini tentu perlu diuji coba bersama pengguna secara langsung. Karena itu, kader tidak hanya diperkenalkan dengan aplikasinya, tetapi juga perlu mendapatkan pendampingan dan penguatan keterampilan literasi digital,” kata Rahmat.

Smart Posyandu dikembangkan dalam bentuk aplikasi berbasis website yang dapat digunakan untuk membantu perekaman aktivitas pelayanan posyandu. Sistem ini dirancang untuk mendukung proses pencatatan data sasaran dan kunjungan, monitoring pertumbuhan balita, hingga rekapitulasi data secara digital.

Menurut Rahmat, keterlibatan kader sejak tahap awal menjadi bagian penting dalam pengembangan sistem. Kader merupakan pengguna yang nantinya berinteraksi langsung dengan Smart Posyandu dalam kegiatan pelayanan. Karena itu, pengalaman mereka saat mencoba sistem menjadi masukan penting untuk melihat kemudahan penggunaan sekaligus menemukan bagian-bagian yang masih perlu disempurnakan.

Pelatihan juga diarahkan untuk meningkatkan kesiapan kader dalam menggunakan teknologi. Peserta memperoleh penguatan mengenai literasi digital dan pengelolaan data, kemudian dikenalkan dengan alur penggunaan Smart Posyandu melalui praktik secara langsung.

Praktik penggunaan Smart Posyandu

Pendekatan tersebut dilakukan agar proses digitalisasi tidak berhenti pada penyediaan aplikasi. Kemampuan kader sebagai pengguna menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari penerapan teknologi di lingkungan posyandu.

Ketua Forum Posyandu Desa Pandau Jaya, Helfiandri, menyampaikan apresiasinya terhadap pelaksanaan program pengabdian dosen Universitas Riau tersebut. Menurutnya, pendampingan seperti ini dapat memberikan pengalaman dan pengetahuan baru bagi kader posyandu di Desa Pandau Jaya.

“Kami mengapresiasi program pengabdian yang dilaksanakan dosen UNRI ini. Semoga kegiatan ini memberikan manfaat bagi kader posyandu. Dengan pelatihan dan pendampingan yang terus berlanjut, kami berharap kapasitas kader posyandu di Desa Pandau Jaya juga semakin meningkat,” ujar Helfiandri.

Kegiatan ini menjadi tahap awal dalam implementasi Smart Posyandu di Desa Pandau Jaya. Setelah proses pengenalan dan pelatihan, sistem akan melalui tahapan uji coba dan pendampingan sehingga penggunaannya dapat disesuaikan dengan kebutuhan kader serta kondisi pelayanan posyandu di lapangan.

Pemaparan materi literasi digital oleh Tim PkM UNRI, Yanti Andriyani, Ph.D

Melalui penerapan Smart Posyandu, proses pencatatan yang sebelumnya dilakukan secara manual diharapkan secara bertahap dapat beralih ke sistem yang lebih terstruktur. Digitalisasi tersebut juga diharapkan mempermudah kader dalam mengelola data sekaligus mendukung monitoring kesehatan ibu dan balita secara lebih berkelanjutan.

Program ini merupakan bagian dari Program Pengabdian kepada Masyarakat Skema Pemberdayaan Berbasis Masyarakat yang didanai oleh Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM) Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Tahun Anggaran 2026 dengan nomor kontrak 267/UN19.5.1.3/AL.04/2026. Melalui kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah desa, dan kader posyandu, pengembangan Smart Posyandu diharapkan tidak hanya menghasilkan sebuah aplikasi, tetapi juga membangun kesiapan sumber daya manusia dalam menghadapi transformasi layanan kesehatan berbasis digital di tingkat desa. **

 

Back to top button