Wakil Ketua Majelis Syuro PKS Hidayat Nur Wahid (Photo: Int)

Hidayat Nur Wahid: Ibu Kota Baru Tak Urgent, Pemerintah Harus Fokus Atasi Covid-19

Bagikan :

CAKRAWALATODAY.COM, Jakarta – Penyebaran virus Corona Covid-19 di Tanah Air makin meluas dengan jumlah kasus positif menembus 1.285 orang dan 114 meninggal. Pemerintah diminta fokus untuk memprioritaskan penanganan Covid-19, bukan mengurusi persoalan yang tak urgent atau mendesak.

Wakil Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR), Hidayat Nur Wahid mengatakan pemerintahan Jokowi mesti memperhatikan saran Majelis Ulama Indonesia (MUI). Hal ini penting agar Covid-19 tak semakin meluas salah satunya menerima saran agar menerapkan kebijakan lockdown total atau lokal.

Menurut dia, cara lain yang bisa direalisasikan dengan segera adalah merealokasikan anggaran yang tak urgent. Anggaran ini seperti dari kementerian terkait kunjungan dinas yang pernah disampaikan Presiden Jokowi.

Ia menyinggung pula rencana pemindahan Ibu Kota negara baru dari Jakarta ke Kalimantan Timur yang tak sesuai janji kampanye Jokowi. 

“Anggaran yang tak urgent seperti triliunan rupiah anggaran kementerian agar segera direalokasi untuk fokus atasi teror Covid-19. Segera direalisir dengan ajukan perubahan APBN ke DPR. Demikian juga proyek Ibu Kota baru, yang tak ada dalam janji kampanye, agar tak mengalahkan fokus pemerintah untuk selamatkan rakyat dari teror Covid-19,” ujar politikus yang akrab disapa HNW itu, dalam keterangannya, Senin, (20/3/2020).

Dia mengapresiasi peran MUI dan organisasi keagamaan lainnya dalam beberapa terakhir ini telah memfatwakan dan mengimbau umat masing-masing demi meredam mata rantai penyebaran Covid-19. Namun, imbauan MUI dan ormas keagamaan lainnya harus didengarkan dan dijalankan pemerintah.

“Tidak efektif MUI dan yang lainnya sudah mengeluarkan fatwa atau panduan, sedangkan pemerintah tak fokus membuat kebijakan yang efektif untuk mengatasi masalah Covid-19,” jelas Wakil Ketua Majelis Syuro PKS itu.

Selain itu, ia terus berharap seluruh organisasi keagamaan bisa meningkatkan upaya yang lebih efektif dalam membimbing umat beragama di tengah merebaknya wabah Covid-19. Sebab, ia tak menampik masih ada umat beragama yang belum melaksanakan fatwa atau arahan.

HNW meyakini dengan bimbingan dari pemuka agama dan organisasi keagamaan seperti MUI, PGI, KWI, dan lainnya, rakyat Indonesia yang religius bisa bertahan dari musibah Covid-19.

Sumber: Viva.com

Print Friendly, PDF & Email